Masjid Agung An-nur Pekanbaru

 Lihat Lokasi di Google Map 

Masjid Agung An-Nur merupakan masjid terbesar di Pekanbaru, Riau yang terletak di Jalan Hangtuah, Sumahilang, Pekanbaru. Dilihat dari desain bangunannya banyak terpengaruh gaya campuran arsitektur Melayu, Turki, Arab dan India.

Masjid berdiri tanggal 27 Rajab 1388 H atau bertepatan dengan tanggal 19 Oktober 1968, diresmikan oleh Arifin Ahmad, Gubernur Riau pada saat itu. Pada tahun 2000 di masa Gubernur Saleh Djasit, masjid ini direnovasi. Proses renovasi selesai pada tahun 2006 semasa Gubernur Riau Rusli Zainal. Pemakaiannya diresmikan oleh Presiden RI tahun 2007 Soesilo Bambang Yudhoyono, bertepatan dengan ulang tahun emas Provinsi Riau ke-50.

Dari pembangunan tahun 2000 tersebut luas lahan masjid ini bertambah tiga kali lipat dari sebelumnya yang hanya seluas 4 hektare menjadi 12.6 hektare, dan memberikan keleluasaan bagi penyediaan lahan terbuka untuk warga kota termasuk di dalamnya kawasan taman hijau dan lahan parkir yang begitu luas.

noname

noname

Dalam sejarahnya Masjid Agung An-Nur pernah menjadi kampus bagi Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Syarif Kasim Pekanbaru di awal pendiriannya hingga tahun 1973. IAIN Sultan Syarif Kasim kini Menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Pekanbaru.

Masjid ini sering disebut sebagai Taj Mahalnya Provinsi Riau. Bila kita amati arsitektural masjid Agung An-Nur memang memiliki beberapa kesamaan dengan Taj Mahal, terutama dengan kolam yang ada di depan masjid. Arsitektur Masjid ini dirancang oleh Ir. Roseno dengan ukuran 50 x 50 m yang terletak dalam satu pekarangan yang luasnya 400 x 200 m. Kapasitas masjid dapat menampung sekitar 4.500 orang jamaah.

Bangunan masjid terdiri dari dua tingkat. Tingkat atas digunakan untuk sholat, dan tingkat bawah untuk kantor dan ruang pertemuan. Selain itu di lantai bawah masjid juga terdapat sekretariat masjid, remaja masjid, dan kelas tempat pendidikan Islam.

noname


noname

noname

Masjid ini mempunyai tiga buah tangga, 1 buah tangga di bagian muka, yang dilengkapi eskalator dan 2 buah tangga di bagian samping. Di bagian atas terdiri dari 13 buah pintu dan bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu dan mempunyai kamar-kamar yang besar dan sebuah aula.

Dilihat dari sisi bangunannya, masjid mempunyai satu kubah besar dan empat kubah kecil yang berbentuk kubah khas melayu, yaitu menyerupai gasing terbalik dengan warna hijau. Warna kubah tersebut selain mengingatkan pada kubah Masjid Nabawi di Madinah juga salah satu warna dalam adat Riau yang terdiri dari warna hijau, kuning dan merah.

Menara masjid terdiri dari empat menara yang dibangun pada empat penjuru sudut masjid melambangkan empat sahabat Rasulullah yang mengawali perjuangan pengembangan Islam. Relung jendela mengambil referensi dari Masjid Nabawi Madinah, sedangkan salud tiang mengambil referensi Masjidil Haram Mekah. Tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan masjid ini ditulis oleh seorang kaligrafer bernama Azhari Nur dari Jakarta yang dibuat pada tahun 1970.

Masjid juga dilengkap fasilitas pendidikan mulai dari taman bermain anak anak, TK, SD, SMP & SMA. Perpustakaan nya pun cukup lengkap. Selain itu, masjid memiliki Radio Penyiaran Komunitas bernama LPK An-Nur FM dengan frekuensi 107.7 MHz.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus masjid cukup beragam, seperti kajian subuh, belajar tadarus quran, prosesi mualaf, dan berbagai kegiatan lainnya. Kadang dilaksanakan bazaar di lingkungan masjid, atau Tabligh Akbar. Ikatan Remaja Masjid An-Nur (IRMA) juga aktif melakukan kegiatan wirausaha, seperti berjualan madu, atau susu segar. Salah satu anggota IRMA yaitu saudara Andi menyampaikan ini merupakan salah satu pembinaan wirausaha pengusaha muslim.

noname


Di halaman masjid Agung An-Nur Riau merupakan lapangan luas dengan taman dan hamparan hijau. BroSis bisa melakukan aktifitas olahraga pagi atau sore disini. Bagi wanita, disarankan menutup auratnya ya.

Di taman ini terdapat pula pohon kurma yang dibudidayakan ditanam di sekitar masjid dan berhasil berbuah walaupun masih terhitung jarang. Seperti yang diketahui, kurma memang susah hidup kalau bukan di tanah Arab apalagi berbuah.

noname


Bagaimana BroSis, sudah siap untuk melakukan wisata masjid atau malah tertarik aktif berkegiatan menimba ilmu agama di sana? Bagi yang non muslim juga bisa kesana untuk menikmati keindahan masjid atau berolahraga. Jangan lupa berpakaian sopan di sana ya BroSis.
Ingin usaha BroSis di-review? Silakan baca Want Us To Write About You?
Punya informasi dan saran untuk membuat BroSisPKU lebih baik? Silakan hubungi kami via email admin@brosispku.com.
Share Artikel ini:

Ratna Kirana

Civil engineer yang capek jadi commercial banker, kerja sampingan jurnalis kuliner, yang utama ibu rumah tangga.
0 Pesan
Pesan