Instalasi seni memang sudah tidak asing lagi di Indonesia, mengkontruksi sejumlah benda menjadi sesuatu yang bemanfaat tentunya bukanlah hal yang mudah. Kritis akan sikap konsumtif manusia yang tidak lagi menggunakan barang saat teknologi sudah usang, membuat Adhari Donora mencari cara agar barang dapat terus digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Mencintai dunia seni, alumni Magister UGM ini memilih instalasi seni sebagai cara untuk mewujudkan hal tersebut.

Bermula dari hobi bermain game, pria yang akrab disapa Ade Anti Render ini mencoba melakukan hacking pada perangkat game yang dimilikinya, salah satunya adalah Nintendo yang ia dapatkan dari pasar bekas. Saat perangkat game ini mengalami kerusakan, Ade mencoba memperbaiki sendiri berbekal tutorial di internet. Berusaha melakukan hacking untuk menghubungkan satu line dengan line lainnya, Ade berhasil mendapat sebuah glitch yang beragam dan sangat menarik. Glitch inilah yang berperan penting pada instalasi seni yang Ade geluti.

noname

Glitch ini bisa dibilang keterplesetan data. Seperti siaran pada TV lama kan ada yang goyang-goyang gitu lho. Yang kaya ada semut.”

noname

Dari glitch yang dihasilkan, Ade menciptakan berbagai karya seni yang sangat indah. Salah satunya adalah jaket yang ia tunjukkan kepada Tim BroSis. Ade bahkan yakin bahwa hal ini akan terus berkembang di berbagai produk, sehingga bisa menjadi karya seni yang bernilai ekonomis.

Lalu, siapa yang mengira kalau dari keisengan hacking Nintendo ini Ade bisa berkeliling dunia untuk memamerkan seni instalasinya?

Ya, ini memang bukan sebuah perjalanan yang singkat. Sejak duduk di bangku mahasiswa, Ade sudah aktif bergabung dalam Komunitas Seni, Sains, dan Teknologi. Memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, membuat Ade dan teman-temannya sering berbagi pengetahuan dan melakukan riset bersama. Hal ini rupanya yang membuat galeri seni di luar negri tertarik dengan karya Ade dan teman-temannya. 

“Jadi ketika kita membuat sebuah karya dan bisa menjadi manfaat luar biasa, diundanglah kita di pameran-pameran di luar.” Ucap Ade menambahkan.

Kerjasama Ade dan teman-temannya untuk melakukan pergerakan yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat ini tentunya sangat patut untuk mendapat acungan jempol. Saat tidak melakukan pameran instalasi seni, pria 37 tahun ini disibukkan dengan kegiatannya di Rumah Budaya Siku Keluang. Darah seni dan budaya yang mengalir di tubuh Ade, mendorongnya untuk melakukan pergerakan dalam rangka membantu masyarakat. Ade dan teman-temannya membantu masyarakat dalam membudidayakan tanaman kopi, salah satu yang paling terkenal adalah Kopi Rimbang Baling.

Wah luar biasa sekali ya Putra Riau yang satu ini! Ingin mengetahui lebih lanjut tentang perjalanan Ade mengelilingi dunia? Atau penasaran dengan siaran jadul yang membuat Ade terinspirasi melakukan pergerakan luar biasa ini? Berikut wawancara eksklusif tim BroSisPKU bersama Ade.

Ingin usaha BroSis di-review? Silakan baca Want Us To Write About You?
Punya informasi dan saran untuk membuat BroSisPKU lebih baik? Silakan hubungi kami via email admin@brosispku.com.
Share Artikel ini:

Admin @BroSisPKU

Programmer yang menyenangi traveling dan kulineran. Memulai Instagram @BroSisPKU sejak 5 Oktober 2014 dan belum berniat berhenti posting hingga hari ini. Bermimpi keliling dunia tapi gak lupa mengangkat nama Pekanbaru juga. Ayok kita kemana?
0 Pesan
Pesan