Lihat Lokasi di Google Map 

BroSis penyuka kerajinan rotan? Berkunjunglah ke sentra kerajinan rotan di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rumbai. Di sana banyak mebel rotan dengan berbagai kreasi. Penjual memajang aneka kerajinannya seperti kursi, meja, pembatas ruangan, tudung saji, ayunan bayi, dan masih banyak kerajinan lainnya.

noname

Untuk mencapai lokasi, butuh waktu sekitar 10 menit berkendara dari pusat kota Pekanbaru. Saat sampai di lokasi, terlihat para pengrajin sibuk mengolah rotan menjadi kerajinan.

noname

Gantungan lampu, keranjang laundry, hulahup, kuda-kudaan untuk anak-anak, bahkan pot bunga terbuat dari rotan. Deretan hasil kerajinan ini akan langsung mencuri perhatian BroSis, dan cocok sekali untuk dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan.

noname

noname

Salah satu pedagang yang dijumpai oleh tim kami, mengaku sudah berjualan sejak tahun 2009. Produk yang dijual memang produk handmade. Semua dilakukan oleh pengrajin, mulai dari kerangka, pengayaman hingga finishing

Beliau juga mengatakan untuk membuat satu model kursi membutuhkan waktu 2 sampai dengan 3 hari, tergantung dengan model kerumitannya juga. Kalau untuk barang-barang lainnya yang lebih simple, tentunya tidak memakan waktu lama dalam pembuatannya.

noname

Berbagai kerajinan rotan dijual dengan harga Rp50.000 hingga Rp2.000.000. Satu kursi tamu minimalis mereka menawarkan dengan harga Rp450.000, kuda-kudaan untuk anak seharga Rp350.000, tudung saji Rp150.000. Kalau seperti piring-piring rotan berkisar Rp15.000 sampai Rp20.000.

noname
Tertarik membelinya? Mampirlah ke sini diantara jam 8 pagi hingga jam 10 malam. Bukanya setiap hari.
Ingin usaha BroSis di-review? Silakan baca Want Us To Write About You?
Punya informasi dan saran untuk membuat BroSisPKU lebih baik? Silakan hubungi kami via email admin@brosispku.com.
Share Artikel ini:

Admin @BroSisPKU

Programmer yang menyenangi traveling dan kulineran. Memulai Instagram @BroSisPKU sejak 5 Oktober 2014 dan belum berniat berhenti posting hingga hari ini. Bermimpi keliling dunia tapi gak lupa mengangkat nama Pekanbaru juga. Ayok kita kemana?
0 Pesan
Pesan